8 Rumah Adat Sumatera
Utara: Bolon, Karo, Pakpak, Hingga Simalungun
BangunmerganaCombat2104
Rumah
Adat Karo. [https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/]
Combat2104. Rumah
adat Sumatera Utara simpan keunikan. Sumatera Utara merupakan salah satu
provinsi yang memiliki kekayaan alam dan cagar budaya di Indonesia.
Berkat
masyarakat setempat yang terus melestarikan peninggalan warisan
budaya, rumah adat Sumatera Utara masih bisa kita jumpai hingga saat
ini.
Setidaknya
terdapat 11 etnis atau suku bangsa di Provinsi Sumatera. Etnis terbesar di
Sumut adalah suku Batak (Karo, Simalungun, Tapanuli atau Toba,
Mandailing, dan Pakpak) dan suku pendatang dari Pulau Jawa (Betawi, Banten,
Sunda, Jawa, dan Madura). Suku-suku di Sumut umumnya mempunyai rumah adat
sendiri.
Rumah
adat di Sumut ini masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.
Berikut delapan rumah adat di Sumut.
1. Rumat
Adat Bolon
Rumah Adat
Bolon. [https://www.parawisata.net/]
Rumah
Bolon merupakan rumah adat Sumatera utara yang sangat ikonik dan telah diakui
secara nasional. Rumah Bolon ini menjadi simbol dan identitas bagi warga suku
Batak yang sarat akan sejarah dan filosofi.
Rumah
adat berbentuk panggung ini biasanya dijadikan sebagai tempat untuk acara
perkumpulan keluarga serta acara adat. Selain itu, rumah ini memiliki tampilan
unik karena bentuk atapnya yang mirip dengan pelana kuda dengan bagian ujung
yang sangat lancip. Umumnya, rumah ini dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup bersama
ditambah beberapa hewan ternak yang dipelihara di kolong rumah.
2. Rumah Adat Karo
Rumah
Adat Karo. [https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/]
Rumah ini dikenal sebagai
rumah adat Siwaluh Jabu. Artinya, rumah Karo dihuni oleh delapan keluarga yang
memiliki peran masing-masing dalam kehidupan rumah tangga. Rumah adat Karo
terdiri dari Jabu Jahe (hilir) dan Jabu Julu (hulu). Masing-masing jabu terbagi
lagi menjadi dua dan kemudian menghasilkan beberapa jabu.
Uniknya, walaupun menjadi
rumah adat terbesar dan tertinggi di Sumut, namu tapi rumah ini dibangun tanpa
menggunakan paku. Selain itu, pada bagian atap dibuat dari ijuk hitam yang
diikat pada kerangka anyaman bambu. Sedangkan lantainya terbuat dari kayu yang
disusun dan dirangkai sehingga menempel satu sama lain.
3. Rumah Adat Mandailing
Ilustrasi Rumah Adat Mandailing.
[https://www.parawisata.net/]
Rumah
adat ini dihuni oleh suku Mandailing. Dalam bahasa lokal, rumah adat Mandailing
disebut sebagai Bagas Godang. Bagas mempunyai makna rumah, sementara Godang
bermakna banyak. Secara struktur, rumah adat Mandailing memiliki bentuk yang
cukup berbeda dengan rumah adat Sumatera Utara lainnya sekaligus
menjadi ciri khasnya.
4. Rumah Adat Pakpak
Rumah
adat Pakpak atau Dairi memiliki bentuk yang khas, yakni bangunan terbuat dari
material kayu dan atap dari ijuk. Rumah in juga disebut sebagai Jerro yang
merepresentasikan budaya Pakpak yang khas dalam setiap bagian bangunannya.
Rumah ini juga memiliki karakteristik dan bentuk yang tak jauh berbeda dengan
rumah adat lainnya di Sumut.
5. Rumah Adat Melayu
Suku
Melayu di Sumatera Utara kebanyakan tinggal di Kota Medan. Suku ini juga
memberikan pengaruh dalam kesenian serta bentuk banguan tradisional Sumatera
Utara. Rumah adat Melayu ini memiliki keunikan pada bagian atap yang terbuat
dari ijuk. Sedangkan dinding dan lantainya dari papan kayu.
6. Rumah Adat Nias
Rumah
Adat Nias Omo Zebua. [https://museum-nias.org/]
Rumah
adat Nias menjadi bagian dari rumah adat Sumut, namun berasal dari Kepulauan
Nias. Dalam bahasa setempat, rumah adat Nias disebut dengan nama Omo Sebua atau
Omo Hada. Umumnya rumah adat Nias terbuat dari tiang kayu nibung berukuran
besar. Sedangkan atapnya berasal dari rumbia dan berbentuk lonjong seperti
telur.
7. Rumah Adat Angkola
Rumah adat
Angkola ini bangunannya dibuat dari papan kayu untuk lantai dan dinding.
Sementara atapnya ada yang dari ijuk dan ada yang menggunakan tanah liat. Rumah
adat ini memiliki bentuk yang lebih kotak dengan bagian atap yang besar pada
bagian depan, lalu ada atap kecil lainnya di atasnya yang berbentuk segitiga.
Rumah adat angkola juga didominasi dengan warna coklat tua, oranye dan
putih.
Ciri khas
dari rumah adat Simalungun adalah bangunannya yang berbentuk limas
dengan tipe rumah panggung. Bagian kolong panggung dibuat setinggi dua meter
dengan tujuan untuk menghindari serangan babi hutan serta hewan liar lainnya.
Sedangkan
pada kaki rumah adat Simalungun terdapat kayu-kayu penyangga yang diukir dan
diberi warna. Pada bagian pintunya sengaja dibuat pendek. Hal ini bertujuan
supaya tamu menghormati pemilik rumah karena akan sedikit membungkuk ketika
masuk rumah.
8. Rumah Adat Simalungun
Ilustrasi
Rumah Simalungun. [https://www.parawisata.net/]
Ciri khas
dari rumah adat Simalungun adalah bangunannya yang berbentuk limas
dengan tipe rumah panggung. Bagian kolong panggung dibuat setinggi dua meter
dengan tujuan untuk menghindari serangan babi hutan serta hewan liar lainnya.
Sedangkan
pada kaki rumah adat Simalungun terdapat kayu-kayu penyangga yang diukir dan
diberi warna. Pada bagian pintunya sengaja dibuat pendek. Hal ini bertujuan
supaya tamu menghormati pemilik rumah karena akan sedikit membungkuk ketika
masuk rumah.
Semoga
Bermanfaat
Combat2104