Peluncur roket R-Han 122B. ©2021 instagram.com/kementerianbumn
Merdeka.com - Perusahaan milik negara kembali membuat
bangga. Di mana, berhasil memproduksi kendaraan tempur R-Han 122B. Kendaraan
ini dibuat oleh gabungan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Dikutip dari
laman instagram Kementerian BUMN, Minggu (14/2), R-Han 122B adalah merupakan
kendaraan peluncur roket laras banyak atau multiple rocket launcher
system-MRLS. Kebutuhan Kelebihan kendaraan peluncur roket R-Han 122B yakni pada
mekanisme pengisian roket ke peluncur yang didesain dapat dicapai dalam waktu
operasi yang singkat.
Kendaraan tempur ini merupakan hasil dari sinergi antara PT Dahana
(Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero) serta Lembaga
Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN).Kendaraan tempur ini telah diuji dan
dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa
adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Prototipe peluncur roket R-Han 122B,
disampaikan pada Pameran Alursista yang berlangsung bersamaan dengan acara
Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tahun 2020
tanggal 22-23 Januari 2020 di Jakarta.
Selain itu, terdapat sejumlah peralatan perang lain yang mampu
diciptakan anak bangsa. Simak di halaman berikutnya ya. Yuk, dukung
pengembangan Rencana Strategis Pertahanan Republik
Kapal Selam Alugoro 405
Pembuatan Alugoro-405 butuh waktu sekitar dua tahun sejak 2017. Pengerjaan awalnya dilakukan bekerjasama antara PT PAL Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME) dengan proses Transfer of Technology (TOT).
Spesifikasi umum Kapal Selam Alugoro 405 adalah berjenis Diesel
Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class), dan memiliki
panjang keseluruhan 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada
di bawah air.
Kapal tersebut mampu membawa 40 kru dengan kemampuan jelajah
hingga 50 hari dan di desain dengan "life time" atau usia mencapai 30
tahun, dengan bobot sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan, dan bobot 1.596
ton ketika menyelam di bawah permukaan.
Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60 M)
KCR 60 M dirancang oleh Divisi Desain PT PAL Indonesia. Ini
merupakan kapal perang hasil pengembangan dari kapal perang tipe Fast Patrol
Boat (FPB) 57 Meter. Kapal perang ini dilengkapi dengan senjata kaliber 20 mm
dan peluncur rudal anti kapal-kapal permukaan. Kapal ini juga mampu berlayar
selama 5 hari dengan kecepatan jelajah 20 knots dan membawa 55 personel.
KCR 60 M ini biasanya bertugas menjaga perbatasan wilayah laut.
Kapal perang ini ternyata menjadi incaran beberapa negara, seperti Malaysia dan
Filipina.
Jip Tempur P6 ATAV (All Terrain Assault Vehicle)
Kendaraan taktis ini asli buatan Indonesia yaitu PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). P6 ATAV milik Satuan Detasemen Bravo (Satbravo 90) Paskhas TNI AU. Sebagai kendaraan serbu, P6-ATAV dilengkapi dudukan untuk senjata, mulai dari upper gun mounting dan side gun mounting.
Sementara itu, empat ban P6 sanggup menahan terjangan proyektil.
P6 ATAV menggunakan transmisi otomatis dengan dilengkapi kapasitas tangki bahan
bakar sebesar 120 liter.Ketika kondisi bahan bakar penuh, P6 ATAV sanggup
melaju sejauh 500 km. Kecepatan maksimum mencapai 120 kilometer per jam di
kondisi jalan mulus. Dengan bobot hanya sekitar 2 ton, kendaraan ini bisa
dibawa menggunakan Hercules atau digantung ke helikopter berat.
Panser Badak
Indonesia punya panser badak yang lebih hebat dibandingkan panser
tarantula buatan Korea Selatan. Kelebihannya ada pada manuvernya. "Kelebihannya
pada manuvernya yang lebih tinggi. Bentuknya sesuai dengan karakteristik
Asia," kata Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana.
Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan didukung dengan mesin
diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler
berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.
Panser ini mampu mencapai kecepatan hingga 90 kilometer per jam.
Sistem transmisi dari panser Badak sendiri menggunakan transmisi
otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan
tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas
sekitar 600 kilometer.
Panser badak juga dilengkapi Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak.
Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam
keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu.
Pesawat CN-235
Kali ini pesawat buatan anak bangsa dari PT Dirgantara Indonesia (DI) yang menjadi langganan beberapa negara, seperti Senegal dan Pakistan. Pesawat buatan Bandung ini mampu mengakomodasi 4 mission console, mendeteksi target yang kecil, dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
CN 235 bisa lepas landas dengan jarak
yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal. Kemudian pesawat ini
memiliki sistem avionik terbaru modern dan Full Glass Cockpit, multihop
Capability Fuel Tank atau teknologi yang memungkinkan pesawat
tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
Tak hanya itu saja, CN235 juga
dilengkapi dengan Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, High Wing
Configuration.
Sumber: Combat2104
Tidak ada komentar:
Posting Komentar